Biochar untuk Pertanian, dari Limbah Pertanian Menjadi Solusi untuk Tanah yang Lebih Sehat
Limbah pertanian seperti sekam padi, tongkol jagung, jerami, ranting, kayu, dan biomassa lainnya masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah pengolahan biomassa menjadi biochar melalui proses pirolisis. Teknologi ini mengubah biomassa menjadi material kaya karbon melalui pemanasan dalam kondisi oksigen yang sangat terbatas.
BRMP Lingkungan Pertanian telah mengembangkan dan menerapkan pendekatan sederhana berbasis drum untuk pembuatan biochar. Sistem terdiri atas drum reaktor sebagai tempat biomassa dan drum kondensor untuk mengembunkan sebagian uap hasil pirolisis. Biomassa kering dimasukkan ke dalam reaktor dan ditutup rapat untuk membatasi masuknya oksigen. Pemanasan dilakukan dari luar secara bertahap sehingga biomassa mengalami proses pirolisis dan menghasilkan biochar, gas, serta uap yang dapat dikondensasikan menjadi asap cair.
Sebagai gambaran awal, dari sekitar 100 kg biomassa kering dapat diperoleh sekitar 25–35 kg biochar. Nilai tersebut merupakan estimasi dan dapat berbeda bergantung pada jenis bahan baku, kadar air, ukuran bahan, suhu, lama pirolisis, serta kondisi operasi reaktor.
Biochar yang dihasilkan tidak hanya dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai pembenah tanah, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan kompos. Sebelum dicampurkan, biochar dihaluskan agar ukuran partikelnya lebih seragam dan luas permukaannya meningkat. Biochar halus kemudian dicampurkan dengan kompos dengan perbandingan yang disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik bahan. Campuran tersebut selanjutnya dikelola dengan mempertahankan kelembapan dan kondisi yang sesuai hingga menjadi biokompos.
Manfaat Biokompos
• membantu memperbaiki struktur dan kualitas tanah;
• meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air;
• mendukung ketersediaan unsur hara secara bertahap;
• menyediakan lingkungan yang mendukung mikroorganisme tanah;
• memanfaatkan limbah pertanian dan bahan organik;
• berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan pupuk;
• membantu menyimpan karbon dalam tanah; dan
• mendukung penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pemanfaatan limbah pertanian melalui pirolisis merupakan salah satu bentuk inovasi sederhana yang dapat memberikan nilai tambah bagi biomassa. Biochar yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pencampuran dengan kompos menjadi biokompos. Pendekatan ini mengintegrasikan pengelolaan limbah, perbaikan kualitas tanah, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan.
“Dari Limbah Pertanian, Menjadi Biochar; dari Biochar dan Kompos, Menjadi Biokompos.”